DEGRADASI SELULOTIK DAUN CENGKEH MENGGUNAKAN ASPERGILUS NIGER UNTUK MENINGKATKAN YIELD MINYAK PADA PENYULINGAN

Chandrawati Cahyani, Rb. Moh. Miftahol Arifin, Krisnanda Alif Bagus Wicaksono, Aji Hendra Sarosa, Vivi Nurhadianty

Abstract


Rendemen rata-rata minyak daun cengkeh melalui distilasi uap sekitar 1,68%. Penelitian ini menggunakan Aspergillus Niger untuk mendegradasi membrane selulotik daun cengkeh. Parameter yang diamati adalah pengaruh lama waktu fermentasi, 46, 96 dan 192 jam, terhadap rendemen minyak cengkeh yang dihasilkan dan kandungan eugenol dalam minyak tersebut. Fermentasi daun cengkeh dengan Aspergillus Niger dilakukan pada temperatur 25-30oC dan pH 7. Setelah fermentasi, distilasi uap daun cengkeh dilakukan pada tekanan barometrik selama 6 jam pada temperatur didih air. Penelitian ini menunjukkan rendemen dan kandungan senyawa aktif eugenol pada minyak daun cengkeh mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu fermentasi.


Keywords


minyak daun cengkeh;fermentasi selulotik; Aspergillus Niger; penyulingan

Full Text:

PDF

References


Abbaszadeh, S., Sharifzadeh, A., Shokri, H., Khosravi, A.R., dan Abbaszadeh, A., (2014). Antifungal Efficacy of Thymol, Carvacrol, Eugenol and Menthol as Alternative Agents to Control The Growth of Food-Relevant Fungi, Journal de Mycologie Medicale 24, e51-e56.

Alma, M., Hakki, M.E, Siegfrie N., dan Hubert, K., (2007). Chemical Composition and Content of Essential Oil from The Bud of Cultivated Turkish Clove (Syzygium aromaticum L.), Journal of Bioresource vol. 2 no. 2, 265-269.

Anto, H., Trivedi, U., dan Patel, K., (2006). Alpha Amylase Production by Bacillus cereus MTCC 1305 Using Solid-State Fermentation, Food Technology Biotechnology, 44 (2), 241-245.

Ashary C., (2011). Produksi Enzim Selulase dan Hidrolisis Enzimatik Pada Jerami Padi dengan Menggunakan Buffer Sitrat, Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Bansal, N., Tewari, R., Soni, R., dan Soni, S.K., (2012). Production of Cellulases from Aspergillus niger NS-2 in Solid State Fermentation on Agricultural and Kitchen Waste Residues, Journal of Waste Management 32, 1341-1346.

El Asbahani, A., Miladi, K., Badri, W., Sala, M., Ait Addi E.H., Casabianca, H., El Mousadik, A., Hartmann, D., Jilale, A., Renaud, FN., dan Elaisari, A., (2015). Essential Oils: From Extraction to Encapsulation, Int J Pharm, vol.483 (1-2), 220-243.

Graca, M.A.S, dan Canhoto, C., (2006). Leaf Litter Processing in Low Order Streams, Limnetica, 25(1-2), 1-10.

Ikram-ul-Haq, Javed, MM, Khan, TS., dan Siddiq, Z., (2005). Cotton Saccharifying Activity of Cellulases Produced by Co-culture of Aspergillus niger and Trichoderma viride, Journal of Agriculture and Biological Science 1(3), 241-245.

Kumar, M., Revathi, K., dan Khanna, S., (2015). Biodegradation Of Cellulosic And Lignocellulosic Waste By Pseudoxanthomonas Sp R-28, Carbohydrate Polymers, Volume 134, 761-766.

Maryanty, Y., Hesti P., dan Paulina, R., (2010). Produksi Crude Lipase dari Aspergillus niger Pada Substrat Ongok Menggunakan Metode Fermentasi Fasa Padat, Seminar Rekayasa Kimia dan Proses, ISSN 1411-4216, Semarang.

Mihai A.L., dan Popa M.E., (2015). In vitro Activity of Natural Antimicrobial Compounds against Aspergillus Strains, Agriculture and Agricultural Science Procedia, vol. 6, 2015, 585-592.

Waites M.J., Morgan N.L., Rockey J.S., dan Higton G., (2001). Industrial Michorbiology: An Introduction, Blackwell Science Ltd. UK.

Wijaya C., Afghani J., dan Andi H.A., (2015). Peningkatan Rendemen Minyak Atsiri Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) dengan Metode Delignifikasi dan Fermentasi, ISSN 2303-1077 JKK Volume 4 (4). 15-20.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.