https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/issue/feed Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan 2022-11-28T07:46:41+00:00 Christina Wahyu Kartikowati christinawahyu@ub.ac.id Open Journal Systems <p>Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan (RBAET) Journal is an electronic journal which publishes research and knowledge from academic and industry. This journal focuses on chemical process technology of natural resources and sustainable energy. RBAET journal published twice a year in two issues, which are scheduled for June and December.</p> <p>e-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1478761305&amp;1&amp;&amp;">2548-2181</a> (online)</p> <p>p-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1479345697&amp;1&amp;&amp;">2548-2300</a> (printed)</p> https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/article/view/2892 Analisis Kuat Tarik dan Umur Perekat Poliamida Berbasis Gelatin dan Asam Adipat dengan Variasi Jumlah Boraks sebagai Anti Jamur 2022-07-07T02:39:33+00:00 Anisya Salsabila Zain anisya.s.z@mail.ugm.ac.id Alvin Rizani Ardiansyah Santosa alvinrizani@mail.ugm.ac.id budhijanto budhijanto budhijanto@ugm.ac.id Bima Prasetya Pancasakti bimaprasetya@mail.ugm.ac.id <p>Perekat yang banyak digunakan saat ini adalah perekat sintesis yang terbuat dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam tidak terbarukan yang saat ini cadangannya sudah mulai menipis. Oleh karena itu, pembuatan perekat berbasis bahan alami (<em>bioadhesive</em>) perlu untuk dilakukan. Salah satu perekat dari bahan alami adalah perekat poliamida yang merupakan hasil polimerisasi dari senyawa yang mempunyai gugus karboksilat dan amina. Pembuatan perekat dilakukan dengan mereaksikan asam adipat dan gelatin dengan bantuan katalis asam p-toluensulfonat. Selain itu, boraks sebagai anti jamur dan minyak sawit sebagai <em>plasticizer </em>juga ditambahkan. Reaksi polimerisasi dijalankan secara <em>batch </em>pada suhu 90℃ dan tekanan 1 atm dengan variasi rasio mol boraks:gelatin 0, 0,17, 0,2, 0,25, 0,33, 0,5, dan 1. Produk perekat diaplikasikan pada balok kayu dan diuji kuat tarik serta diamati pertumbuhan jamurnya. Hasil kuat tarik terbaik yaitu perekat dengan rasio mol boraks:gelatin 0,25 dengan nilai kuat tarik untuk <em>curing time </em>1, 3, 7, dan 14 hari masing-masing adalah 1576, 2197, 3387, dan 3708 kPa. Sedangkan dari hasil pengamatan jamur, dapat diketahui bahwa penambahan mol boraks dapat menghambat pertumbuhan jamur pada perekat poliamida.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/article/view/105 Studi Potensi Minyak Sereh Wangi Sebagai Alternatif Bahan Aditif Pada Bahan Bakar Minyak 2022-07-22T02:41:36+00:00 Rohmah Milenia rohmahmilenia@gmail.com Livya Safira Islam livyasafira@student.ub.ac.id Muhammad Ihsan ihsanmuhammad@student.ub.ac.id Aji Hendra Sarosa aji.hs88@gmail.com <p>Bahan bakar jenis pertalite merupakan salah satu bahan bakar produksi Pertamina dengan RON 90. Sedangkan, solar memiliki angka setana 48 dengan kualitas di bawah pertalite. Efektifitas bahan bakar dapat ditingkatkan dengan penggunaan aditif. Salah satu terobosan terbaru dalam penggunaan aditif ialah minyak sereh wangi. Minyak sereh wangi memiliki karakteristik yang menyerupai bahan bakar. Selain itu, minyak sereh wangi mengandung senyawa oksigenat yaitu sitronelal, sitronelol, geraniol yang berpotensi untuk menyempurnakan pembakaran bahan bakar dengan mengoksidasi karbon monoksida menjadi karbon dioksida. Jurnal ini meninjau keefektifan minyak sereh wangi sebagai aditif pada bahan bakar. Bahan bakar minyak akan ditinjau, diikuti peninjauan potensi minyak sereh wangi sebagai bahan aditif pada bahan bakar. Selain itu, pengaruh penambahan bahan aditif minyak sereh wangi terhadap nilai kalor, angka oktan, emisi karbon monoksida, serta efek pada mesin kendaraan juga ditinjau. Dari studi literatur ini, didapatkan bahwa penambahan minyak sereh wangi dalam konsentrasi yang tepat dapat meningkatkan nilai kalor dan angka oktan bahan bakar. Kenaikan ini bervariasi pada setiap konsentrasi zat aditif di dalam bahan bakar dan dipengaruhi pula oleh kombinasi zat aditif yang digunakan. Emisi karbonmonoksida dan kerak yang dihasilkan pada kendaraan bermotor berbahan bakar pertalite dengan penambahan minyak sereh wangi dalam volume yang tepat dapat berkurang.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/article/view/2902 Modifikasi Kompor Termoelektrik: Pengubahan Panas menjadi Listrik 2022-08-02T00:51:22+00:00 Bambang Hermawan bangor@apps.ipb.ac.id Firmansyah bangor@apps.ipb.ac.id <p>Panas yang dihasilkan pada pembakaran didalam kompor arang ada yang terbuang pada dinding kompor. Termoelektrik (TE) adalah semikonduktor yang dapat mengubah panas menjadi listrik menggunakan prinsip <em>Seebeck effect</em>, sebuah catu daya (<em>power supply</em>) digunakan untuk merubah output listrik agar sesuai dengan kondisi beban kerja peralatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan termoelektrik (TE)&nbsp; untuk mengubah panas terbuang (<em>wasted heat</em>) pada dinding kompor arang/briket menjadi listrik. Selanjutnya output listrik dimasukkan ke sebuah catu daya lalu disimpan didalam baterai litium untuk dapat digunakan di waktu, tempat, dan peralatan yang berbeda. Kompor dimodifikasi agar sesuai dengan karakteristik dan spesifikasi TE yang akan digunakan pada tahap berikutnya. Arus dan Tegangan kemudian dinaikkan dengan membuat dua buah rangkain seri TE yang tersusun dari empat buah TE (tipe peltier) kemudian outputnya dirangkaikan secara paralel. Sebuah modul charger ditambahkan bersama dengan modul <em>step-up</em> kemudian dirakit untuk membuat satu unit catu daya. Kombinasi kipas, <em>heatsink</em> dan pasta panas pada modifikasi kompor mampu membuat TE berada pada spesifikasi pengoperasian. Mampu memberikan perbedaan yang nyata pada output arus sampai 2x lipatnya. Penyusunan rangkain TE secara keseluruhan meningkatkan output arus dan tegangan sampai 3x lipatnya. Daya diujung rangkaian adalah sebesar 5,04V dan selama 20 menit pengisian mampu mengisi sampai 1,59V.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/article/view/2907 Pengaruh Perlakuan Chemical Bleaching dan Photo Bleaching pada Gracilaria sp. terhadap Karakteristik Crude Agar 2022-08-12T01:22:48+00:00 Luthfi Kurnia Dewi luthfikurnia@ub.ac.id Krista Brilian Damayanti kristabrilian@gmail.com Pryanka Maheswari Kuswanto pryanka.maheswari.k@gmail.com Chandrawati Cahyani ccahyani@ub.ac.id <p>Salah satu jenis rumput laut yang tumbuh secara alami di perairan Jawa Timur adalah <em>Gracilaria sp</em>. Rumput laut ini dapat diekstrak yang salah satu kandungannya adalah <em>agar</em> yang banyak diaplikasikan pada industri makanan dikarenakan sifat penebalan dan pembentukan <em>gel</em> yang baik. Proses pemutihan (<em>bleaching</em>) menjadi salah satu pengembangan dari penelitian rumput laut. Proses pemutihan dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar dimana produk yang telah diputihkan dianggap memiliki kualitas yang baik, bebas dari kontaminan serta aman bagi manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemutihan <em>Gracilaria sp.</em> berupa <em>chemical bleaching</em> dan <em>photo bleaching</em> terhadap karakteristik <em>crude</em> agar meliputi <em>yield crude agar</em>, <em>gel strength</em> dan <em>whiteness level</em>. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi maserasi. Ekstraksi maserasi dilakukan menggunakan pelarut akuades pada suhu 85°C selama 1,5 jam. <em>Crude agar</em> yang didapatkan kemudian dianalisis karakteristiknya. <em>Yield crude agar</em> yang didapatkan pada metode <em>chemical bleaching</em> (CB) lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode <em>photo bleaching</em> (PB). Pada hasil pengujian <em>gel strength</em>, metode <em>photo bleaching</em> (PB) memiliki <em>gel strength</em> yang lebih tinggi dibandingkan dengan variabel <em>chemical bleaching</em> (CB). Sedangkan pada hasil pengujian <em>whiteness level</em>, diketahui bahwa metode <em>chemical bleaching</em> (CB) memiliki hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode <em>photo bleaching</em> (PB).</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/article/view/129 Pengaruh Ozonasi Minyak Biji Kapuk terhadap Karakteristik Produk Esterifikasi dengan Bantuan Ultrasonikasi 2022-01-01T16:38:14+00:00 Haryono Haryono haryono_riyo@yahoo.com Kapok seed oil is a non-food oil so it is very profitable as a raw material for making biodiesel. However, kapok seed oil is dominated by long chain and unsaturated fatty acids. Ozonation can be applied to shorten the carbon chain and the number of double bonds in fatty acids from kapok seed oil. This research aims to study the effect of the time of ozonation at the stage of preparation of kapok seed oil on the characteristics of biodiesel produced from the esterification stage with the help of ultrasonication. The ozonation time was varied for 60, 90, and 120 minutes. The results showed that the longer the time of ozonation the kapok seed oil produced with increasing acid number. The increase in the acid number of the kapok seed oil and verified by the fatty acid composition of the analysis by Gas Chromatography-Mass Spectroscopy, showed that the fatty acid structure of the kapok seed oil became simpler. The esterification for 120 minutes to kapok seed oil which has been ozonized produces oil phase with an acid number of 10.6 mg KOH/g, a saponification number of 112 mg KOH/g, and a density of 903 kg/m<sup>3</sup>. 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan https://rbaet.ub.ac.id/index.php/rbaet/article/view/2904 Fortifikasi Sabun Cair oleh Ekstrak Daun Salam 2022-08-03T01:19:59+00:00 Anne Dian Pavita Zari anne.dpz@gmail.com Lusia Emiliana Wahyuningtyas lusiaemiliana@gmail.com Vivi Nurhadianty vivi_nurhadiany@ub.ac.id Chandrawati Cahyani ccahyani@ub.ac.id <p>Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi kulit. Sabun cair alami merupakan salah satu jenis sabun yang dikembangkan. Daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em>) memiliki senyawa aktif bersifat antibakteri (fenolik, terpenoid, dan alkaloid) yang dapat difortifikasi dalam sabun cair untuk meningkatkan kualitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun salam terhadap peningkatan kemampuan sabun cair alami sebagai antiseptik dan menguji formulasi sabun cair alami yang paling optimal yang difortifikasi ekstrak daun salam. Senyawa aktif daun salam diperoleh dengan metode ekstraksi refluks (suhu 65°C, 4 jam, pelarut etanol 96%). Ekstrak daun salam akan difortifikasi dalam sabun cair berbasis minyak kelapa dan zaitun dengan konsentrasi ekstrak daun salam 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Selanjutnya analisis fitokimia ekstrak daun salam dan diuji berdasarkan SNI 06-4086-1996 ((pH, densitas, organoleptik (warna, bau, tekstur), dan stabilitas), serta uji antiseptik (Kirby-Bauer metode difusi cakram). Maka dapat disimpulkan bahwa fortifikasi sabun cair oleh ekstrak daun salam dapat meningkatkan aktivitas antibakteri (<em>Staphylococcus aureus</em>) dan formula sabun cair yang difortifikasi ekstrak daun salam yang sesuai dengan SNI 06-4086-1996 dan disukai responden adalah sabun cair minyak kelapa dengan konsentrasi ekstrak daun salam 1% (pH 9,29, densitas 1,068 g/ml, diameter zona hambat 2,04 cm, formula stabil).</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan