Pengaruh Tegangan Elektrokoagulasi dan Konsentrasi Awal Pewarna terhadap Persentase Penyisihan Remazol Red RB

Authors

  • Ulfiana Ihda Afifa Brawijaya University
  • Anisa Hidayanti Brawijaya University
  • Bambang Ismuyanto Brawijaya University
  • Juliananda Juliananda Brawijaya University

Keywords:

elektrokoagulasi, konsentrasi, Remazol Red RB, tegangan

Abstract

Limbah cair industri batik memiliki dampak buruk bagi lingkungan apabila langsung dibuang tanpa pengolahan. Meningkatnya produksi pada industri batik menyebabkan limbah cair yang dihasilkan juga semakin meningkat. Remazol Red Rb merupakan salah satu sumber polutan dari limbah cair dari proses pewarnaan pada industri batik. Metode konvensional untuk pengolahan limbah cair masih memiliki kekurangan sehingga memerlukan metode pengolahan limbah alternatif, yaitu metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses destabilisasi koloid melalui proses elektrokimia. Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan memvariasikan tegangan dan konsentrasi awal pewarna yaitu 10 volt, 15 volt, 20 volt, 25 volt pada konsentrasi 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm. Untuk mengetahui pengaruh tegangan dan konsentrasi awal pewarna maka dilakukan pengukuran terhadap penyisihan pewarna menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Proses elektrokoagulasi menggunakan aluminum sebagai anoda dan besi sebagai katoda. Penelitian dilakukan pada rangkaian elektroda monopolar seri pada volume limbah 200 mL selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan dan konsentrasi awal mempengaruhi terhadap penyisihan pewarna pada limbah cair sintetis Remazol Red RB. Tegangan listrik dan konsentrasi awal terbaik pada rentang variabel penelitian ini adalah 25 volt pada 100 ppm dengan persentase penyisihan sebesar 99,80% setelah10 menit elektrokoagulasi.

Downloads

Published

2021-12-31

Issue

Section

Articles